Postingan

  MENATA KALBU & MENATA DIRI Oleh : Sahban, S.Pd.I ( Laris ) Terkadang manusia, disibukkan dengan penampilan. Misalnya saat akan pergi ke und angan pernikahan atau  acara wisuda. Dicarilah baju yang paling ok, dan terlihat wah. Bahkan mempersiapkan baju baru. Begitu   pula dengan riasan wajah, aksesoris, cara pemakaian Khimar hingga alas kaki pun tak luput dari perhatian. Begitulah karakter manusia sebagai makhluk sosial.  Ogah  dianggap tak layak penampilannya oleh orang lain. Sehingga begitu memperhatikan dirinya dari ujung kepala hingga ujung kaki. Namun terkadang, mereka lupa bahwa pada hakikatnya kehidupan dunia ini pun merupakan perjalanan menuju perhelatan  a kbar. Puncak pertemuan reuni umat manusia sedunia. Sejak zaman Nabi Adam hingga zaman now  atau zaman umatnya Nabi Muhammad Saw . Perhelatan akbar tersebut adalah hari penghisaban. Di mana manusia disidang satu – persatu, kemudian ditayangkan seluruh kejadian dirinya selama di bumi. All...

NILAI IBADAH DALAM BEKERJA

سبيل العلم MERETAS JALAN ILMU, MENITI JALAN ULAMA Islam mencintai seorang muslim yang giat bekerja, mandiri, apalagi rajin memberi. Sebaliknya, Islam membenci manusia yang pemalas, suka berpangku tangan dan menjadi beban orang lain. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: فَابْتَغُوا عِنْدَ اللَّهِ الرِّزْقَ   “ Maka carilah rizki disisi Allah..”  (QS. Al ‘Ankabut [29]: 17) Bekerja dalam pandangan Islam begitu tinggi derajat-nya. Hingga Allah dalam Al Qur`an menggandengkannya dengan jihad memerangi orang-orang kafir. وَآخَرُونَ يَضْرِبُونَ فِي الْأَرْضِ يَبْتَغُونَ مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَآخَرُونَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ “dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah.”  (QS. Al Muzzammil [73]: 20) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahkan me-nyebut aktifitas bekerja sebagai jihad di jalan Allah. Diriwayatkan, beberapa orang sahabat m...